Ketua Komisi D DPRD
DKI Jakarta, Mohamad Sanusi Mulai 'bernyanyi' alias membuka satu per satu
informasi ke penyidik KPK setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT)
menerima suap miliaran rupiah dari pihak PT Agung Podomoro Land terkait
pemulusan pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (raperda) reklamasi teluk
Jakarta.
Saat diperiksa
penyidik KPK, Sanusi menyampaikan ada seorang kerabat pejabat Pemprov DKI
Jakarta yang menjadi pelaku utama di balik suap untuk pemulusan dua raperda
tersebut.
Dalam pemeriksaan
di KPK, Sanusi menyampaikan orang itulah yang mengatur pertemuan antara dirinya
dengan bos PT Podomoro, dengan pejabat Pemprov DKI hingga pertemuan dengan
sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta.
Bahkan, orang itu
juga turut andil dalam mengatur jumlah uang yang harus diserahkan ke pihak DPRD
DKI Jakarta, termasuk ke Sanusi.
"Dia punya
hubungan kekerabatan yang cukup erat dengan eksekutif. Mungkin (kerabat,-red)
DKI 1," beber Krisna usai menemui Sanusi di Polres Jakarta Selatan,
Jakarta, Sabtu petang.
Krisna mengatakan,
Sanusi sudah menyampaikan keterangan ini ke penyidik KPK dalam pemeriksaan pada
Jumat malam.
"Kami cukup
senang dengan adanya kejadian ini. Artinya sekarang makin jelas, makin terang
kasus ini seperti apa," kata Krisna.
"Bahwa di sini
ada seseorang, di mana kapasitasnya bukan sebagai legislatif, bukan sebagai
eksekutif, dan bukan bagian PT Podomoro, tapi mengatur acara ini semua.
Artinya, bahwa terjadinya peristiwa ini diatur oleh seseorang. Itu ada di BAP
(Berita Acara Pemeriksaan) klien kami," sambungnya.
Dalam pemeriksaan
di KPK, lanjut Krisna, Sanusi juga menyebutkan orang tersebut berasal dari
pihak swasta dan menjadi kerabat dari pejabat Pemprov DKI Jakarta.
Namun, ia hanya
menduga-duga saat ditanya lebih lanjut perihal pihak eksekutif yang menjadi
kerabat pengatur rancangan perda reklamasi itu.
Ia hanya
menegaskan, orang tersebut layak diperiksa oleh penyidik KPK dan dimintai
pertanggungjawaban.
"(Sanusi tahu)
karena sering koordinasi dengan orang ini, orang yang menjembatani pihak
swasta, pihak eksekutif, pihak legislatif. Nah, orang ini lah yang mengatur
dari semua-semuanya," katanya.
Sumber :
tribunnews.com
Baca Juga :


0 Response to "Sanusi Mulai Bernyanyi, Menyeret Para Aktor Korupsi"
Post a Comment