Apa sih yang dimaksud Chinese Town ?
Apakah Daerah Pecinan juga banyak terdapat di Beberapa
Belahan Negara lainnya ?
Beberapa hal yang terjadi sejak zaman dahulu kala, tentang
sifat merantau, tak kenal menyerah di negeri orang, tekun, Bangsa Pedagang, dan
hasrat menguasai Dunia perdagangan, membuat Bangsa China dapat melebur dengan penduduk Asli
di beberapa daerah yang didatangi oleh Bangsa Ini. Akulturasi Kebudayaan juga
terjadi, dimana mencampurkan Unsur Budaya Asli dengan Budaya China ,
seperti yang terjadi di Indonesia .
“Contohnya tari Cokek, yang
merupakan Akulturasi Kebudayaan China dengan
Betawi Asli”
Perkembangan Bangsa China menjadi
Etnis Suku Bangsa Di Indonesia
Tionghoa-Indonesia adalah salah satu etnis di Indonesia yang asal usul mereka dari Tiongkok.
Biasanya mereka menyebut dirinya dengan istilah Teng lang (Hokkien), Teng nang
(Tiochiu), atau Thong nyin (Hakka). Dalam bahasa Mandarin mereka disebut Tangren
(Hanzi: 唐人,
"orang Tang") atau lazim disebut Huaren (Hanzi Tradisional: 華人 ; Hanzi Sederhana : 华人) .
Disebut Tangren dikarenakan sesuai dengan kenyataan bahwa orang
Tionghoa-Indonesia mayoritas berasal dari Tiongkok Selatan yang menyebut diri
mereka sebagai orang Tang, sementara orang Tiongkok Utara menyebut diri mereka
sebagai orang Han (Hanzi: 漢人, Hanyu
Pinyin: Hanren, "orang Han").
Leluhur orang Tionghoa-Indonesia berimigrasi secara
bergelombang sejak ribuan tahun yang lalu melalui kegiatan perniagaan. Peran
mereka beberapa kali muncul dalam sejarah Indonesia ,
bahkan sebelum Republik Indonesiadideklarasikan
dan terbentuk. Catatan-catatan dari Tiongkok menyatakan bahwa kerajaan-kerajaan
kuno di Nusantara telah berhubungan erat dengan dinasti-dinasti yang berkuasa
di Tiongkok. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu
lintas barang maupun manusia dari Tiongkok ke Nusantara dan sebaliknya.
Berikut ini membahas Daerah Chinese Town Terbaik Yang Ada Di Indonesia :
1. Kota Singkawang
– Kalimantan Barat
Kota Singkawang atau San Kheu Jong (Hanzi: 山口洋 hanyu pinyin: Shānkǒu
Yáng) adalah sebuah kota (kotamadya)
di Kalimantan Barat , Indonesia .
Kota ini dijuluki Kota Seribu Kelenteng, terletak sekitar 145 km sebelah utara
dari Kota Pontianak, Ibukota
Provinsi Kalimantan Barat, dan dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan
Sakok. Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, San khew jong yang mengacu
pada sebuah kota di bukit dekat laut dan estuari.
Karena mayoritas Penduduk di Kota Pontianak, dan Kota Singkawang merupakan Suku
China, maka tidak heran bila Kota Ini dijuluki sebagai China Town Terbesar di
Indonesia. Di tempat ini kamu akan jumpai banyak Kelenteng, yang digunakan
sebagai tempat beribadah bagi Etnis China yang memeluk Agama Khonghucu, Masjid
dan Tempat Peribadatan Lain yang bernuansa Oriental.
Selain punya Little Netherland, Kota Lama Semarang juga punya
kawasan Pecinan Semarang yang
biasa disebut dengan China Town .
Kawasan ini membentang mulai dari Jl Beteng, Gajah Mada di sebelah barat, Jl MT
Haryono di timur, Jl Agus Salim di utara, dan Jl Jagalan di selatan, serta
kawasan ini berdekat dengan arah Simpang Lima Semarang.
Sebuah Pasar yang menjadi salah satu Kuliner Terbaik Di Indonesia juga ada di Daerah Pecinan Semarang .
Pasar Semawis “Semarang Untuk Pariwisata” yang dibentuk oleh Komunitas Etnis
Tionghoa Indonesia menjadikan Gang Warung sebagai salah satu Jajanan Street
Food Terpanjang di Kota Lama Semarang, selain itu kamu juga bisa jumpai tempat
yang menjadi saksi Peninggalan Kebudayaan China di Semarang; seperti : Jl Gang
Lombok - ada kelenteng terkenal Tay Kak Sie dan kapal replika Cheng Ho, dimana
biasanya rombongan para turis mengunjungi ke sini
_.jpg)
Kesawan adalah nama sebuah
daerah di Kecamatan Medan Barat, Medan , Indonesia .
Kawasan ini adalah kawasan yang dipenuhi bangunan-bangunan bersejarah dan Jalan
Ahmad Yani yang berada di kawasan ini merupakan jalan tertua di Medan .
Sebelum 1880 Kampung Kesawan dihuni oleh orang-orang Melayu, namun kemudian
orang-orang Tionghoa dari
Malaka dan Tiongkok datang dan menetap di daerah ini sehingga Kesawan menjadi
sebuah Pecinan. Setelah
kebakaran besar melalap rumah-rumah kayu di Kesawan pada tahun 1889, para warga
Tionghoa lalu mulai mendirikan ruko-ruko dua lantai yang sebagian masih tersisa
hingga kini. Saat ini kawasan Kesawan telah dijadikan sebagai pusat jajanan
makan yang ramai pada malam harinya bernama Kesawan Square .
Kota Batam yang merupakan
wilayah Segitiga Emas ASEAN, antara Singapura, Malaysia, dan Indonesia sendiri,
menjadikan kawasan ini merupakan Kota Perdagangan Bebas bagi Segitiga ASEAN,
Malaysia, Singapura, Batam (Indonesia) selain di tempati oleh Etnis Rumpun
Melayu, mayoritas juga merupakan Etnis Tionghoa – China. Sebagai pusat kegiatan
perdagangan, dan komunitas di Batam, Kawasan Nagoya Hill Batam
terkenal sebagai daerah Pecinan yang sarat akan lalu lintas perdagangannya, dan
juga Wisata kulinernya. Di tempat ini Kamu juga akan jumpai Kelenteng, dan
berbagai unsur yang mewarnai kehidupan Masyarakat China di daerah ini.
Kota Pecinan Pemantang Siantar
merupakan Kota Pecinan yang terletak di Propinsi Sumatera Utara. Etnis Tionghoa
juga mendiami Kota ini sebagai Etnis Terbesar, khususnya
di wilayah Timbang Galung, dan Kampung Melayu. Di tempat ini kamu akan jumpai
pernak – pernik yang menandakan kekhasan gaya Oriental mulai dari Becak
Siantar, hingga Wisata Budaya Patung Tertinggi di Asia Tenggara Dewi Kwan Im yang
terletak di Vihara Avalokitesvara.

Kota
Tanjung Pinang yang penduduknya mayoritas merupakan perpaduan antara Suku
Melayu, dan Etnis Tionghoa, menjadikan Kota ini sarat dengan unsur keduanya. Hal ini dapat
dilihat dari ornamen khas Orental, yang dapat dijumpai di hampir setiap bagian
dari Kota ini. Ibu Kota dari Kepulauan Riau ini, memang
berdekatan dengan Kota Batam yang notabenenya merupakan bagian dari Propinsi
Kepulauan Riau, walaupun mempunyai Otonomi Sendiri di bawah Daerah Otonomi
Batam. Jadi wajar jika Kota ini merupakan salah satu daerah pecinan Terbaik di
Indonesia. Bila kamu ke tempat ini jangan lupa untuk datang Ke Akau Potong
Lembu, salah satu Streetfood Terbaik di Indonesia yang
menyajikan jajanan Khas Orental ala Tanjung Pinang yang terkenal dengan makanan
lautnya.
Kawasan Kota Lama Jakarta,
juga merupakan Kawasan Pecinan Terbaik di Indonesia. Hampir sama dengan kondisi
fisik dengan Kota Lama Semarang yang juga berada di Kota Pesisir Pantai Utara
Jawa, Kawasan Kota ini selain terkenal sebagai Little Netherland, juga terkenal
dengan China Townnya. Kawasan Pecinan
Jakarta, sebenarnya juga membentang di wilayah Jakarta Barat (Kota Tua Jakarta,
Glodok hingga arah Tangerang), Jakarta Pusat (Pecenongan, Harmoni, Pasar
Baru), Jakarta Utara (Kelapa Gading, Pluit), hal ini berdasar kepada kebiasaan
Etnis Tionghoa yang mendiami suatu tempat dengan mendekatkan kepada air sebagai sumber mata
pencahariannnya. Di daerah pecinan Jakarta ,
kamu akan jumpai Etnis Tionghoa yang membaur dengan kebudayaan Masyarakat
Betawi Asli, seperti Tari
Cokek. Di tempat ini juga banyak dijumpai Masjid dengan gaya oriental. Dimana Mayoritas Etnis China memeluk Agama Islam.

Kampung Sudiroprajan biasa
disebut Kampung Balong memang dikenal sebagai Kawasan Pecinan-nya Kota
Solo. Selain terdapat kelenteng berusia ratusan tahun yakni Kelenteng Tien Kok Sie yang dibangun
tahun 1754, di tempat ini juga terdapat Pasar yang bernama sebagai Pasar Gede Solo. Suasana pecinan di tempat
ini kian terasa terlebih saat imlek seperti saat ini. Berbagai pernak-pernik
imlek pun menghiasi setiap sudut. Hingga akhir Februari ini, bagi Kamu yang
ingin berkunjung ke kawasan ini bisa menyaksikan ribuan lampion di sepanjang
jalan hingga memberikan rona romantisme tersendiri terlebih di saat malam.
Bola-bola merah mewarnai koridor sepanjabng jalan Jenderal Sudirman - Pasar
Gede hingga Urip Sumoharjo, mulai jembatan Kali Pepe sampai jembatan penghubung
bangunan pasar timur dan barat, serta di daerah RE Martadinata. Imlek di tempat
ini biasanya, ditutup dengan perayaan cap Go Meh +15 hari sesudah Perayaan IMLEK.

Kya-Kya
Surabaya adalah tempat yang dulunya ramai sebagai pasar malam di kawasan
pecinan kota Surabaya . Terletak di sepanjang jalan
Kembang Jepun didirikan kios-kios yang menjual berbagai macam makanan baik
masakan Tionghoa, makanan khas Surabaya maupun makanan lainnya. Kata kya-kya diambil dari
salah satu dialek bahasa Tionghoa yang berarti jalan-jalan.
Sejarah
Jalan Kembang Jepun
Itulah beberapa ulasan dari Chinese Town Terbaik yang ada di Indonesia. Apakah diantara tempat tersebut sudah dijelajahi semua oleh Sobat sekalian? Kalau sudah semua berarti Sobat termasuk dalam salah satu Traveler kelas Kakap...hehehe...

0 Response to "Chinese Town Terbaik Yang Ada Di Indonesia"
Post a Comment