
Setya Novanto maju menjadi calon ketua umum Partai Golkar. Padahal Novanto terbelit kasus yang populer disebut 'papa minta saham'. Melihat hal itu, Akbar Tandjung mengingatkan kembali soal syarat 'tidak tercela' yang harus dimiliki caketum Golkar.
"Saya yakin itu nanti akan menjadi salah satu yang akan dibahas oleh Komite Etik Steering Committee (SC) Munaslub Golkar," kata Akbar di Restoran Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).
"Akan dinilai kepemimpinan dia (Novanto), termasuk juga soal tidak tercela itu," imbuh Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar itu.
Akbar percaya kepada penggawa Komite Etik. Akbar sendiri menilai opini publik soal Novanto sudah terbentuk usai kasus 'papa minta saham' mencuat dan menggulingkan Novanto dari kursi Ketua DPR. Tentu hal ini otomatis akan menjadi sorotan siapapun juga.
"Tentu saya punya penilaian. Saya tetap berpendapat bahwa opini publik harus menjadi acuan kita. Anda tahu sendiri, opini publik bagaimana (soal Novanto). Itu saja, saya tidak usah mengatakan terlalu eksplisit," kata Akbar berhati-hati.
Syarat 'tidak tercela' ada dalam kerangka prinsip Golkar yakni PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, Tidak tercela). Komite etik akan mampu menilai batasan-batasan tercela atau tidak tercela dari seorang caketum yang disorot.
"Itu kita serahkan kepada tim yang dibentuk. Saya melihat beberapa anggota timnya punya pengetahuan cukup dalam bidang hukum dan organisasi, juga sosial kemasyarakatan," tutur Akbar.
Akbar menceritakan, prinsip PDLT sudah muncul sejak Munas Golkar 1983. Kini, prinsip PDLT diyakininya masih dipegang Golkar termasuk dalam menentukan Ketum Golkar yang baru lewat gelaran Munaslub. Bila lolos dari 'filter' PDLT, maka caketum bisa lanjut berproses menjadi Ketum.
"Tapi kalau misalkan tidak memenuhi, bisa saja mereka (Komite Etik) punya catatan, bahkan bukan tidak mungkin mereka mengatakan orang ini tidak layak menjadi calon ketua umum karena tidak memenuhi PDLT," tutur Akbar.
Baca Juga :
- Ahok Turut Ucapkan Selamat ke Sadiq Khan, Walikota Muslim Pertama London
- Sonya Depari Diangkat Menjadi Duta Anti Narkoba Gereja Reformis
- Warga Berdesakan Rebutan "Selfie" dengan Ahok di Balai Kota
- Buka Lebar-lebar Balai Kota Bagi Warga, Ahok : "Biar Warga Partisipasi untuk Jakarta"

0 Response to "Kasus "Papa Minta Saham" Tak Tercela? Akbar : Acuannya Opini Publik"
Post a Comment