Ahok Bidik Penyebar Isu Barter Kalijodo dengan Reklamasi



Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama akan melaporkan pihak yang menyerbarkan isu barter penertiban Kalijodo dengan proyek reklamasi ke Kepolisian. Ahok menyebut isu yang diterbitkan media itu merupakan opini untuk menjerumuskan dirinya.
 
Ahok marah saat mengetahui ada data yang menuding dirinya menerima dana sebesar Rp340 miliar dari PT Agung Podomoro Land. Dari sebuah data yang tak bertuan itu disebutkan Ahok menerima uang dari dana non Coorporate Social Responsibility (CSR) untuk sejumlah pembangunan. Di antaranya rusun dan penertiban Kalijodo.
 
Ahok menampik data tersebut. Ia mengungkap sejumlah kejanggalan, yakni tak disertakan tanda tangan pihak yang mengeluarkan data dan angka tersebut adalah nilai kontrak PT APL untuk DKI. Ahok menduga ada oknum yang sengaja melemparkan data tersebut untuk menjatuhkan dirinya.
 
"Emangnya aku kontraktor? Makanya ini penggiringan opini. Aku minta teman-teman ini diklarifikasi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2016).

Isu itu menyebutkan Ahok menukar penertiban Kalijodo dengan tambahan kontribusi 15 persen yang ditawarkan eksekutif kepada pengembang pulau reklamasi. Ahok menegasksn, dia sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat pengembang pulau yang sepakat soal angka 15 persen itu.
 
Bahkan, sejumlah pembangunan sudah mulai dengan sistem 15 persen tersebut. "Makanya saya mati-matian minta 25 persen saja, masuk ke raperda. Bukan malah nurunin angkanya (ke 5%). Kalau turun saya mati dong (karena sudah ada perjanjian)," kata Ahok.



Baca Juga :
Sumber

0 Response to "Ahok Bidik Penyebar Isu Barter Kalijodo dengan Reklamasi"

Baca Juga ...

loading...