Hampir delapan jam diperiksa, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, keluar dari ruang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KP), Selasa (10/5/2016) petang.
Ahok keluar dari gedung KPK sekira pukul 17:45. Berbeda dengan biasanya, ia tak bicara banyak. Meski begitu, ia menyempatkan diri menjawab pertanyaan wartawan.
“Saya diminta untuk melengkapi berkas untuk Pak Arisman Sanusi dan Pak Trinanda. Tiga tersangka ini mau dinaikkan (proses penuntutan) jadi saya mau lengkapi berkas untuk beliau-beliau,” ujarnya.
Mengenai soal prinsip periuzinan, Ahok mengatakan, “dari zaman (Gubernur) Foke. (Bangunan di atas lahan reklamasi) itu nggak masalah, ada proses denda, ada hitungannya.”
Terus didesak pertayaan wartawan, Ahok masuk mobil Land Cruiser. Wajahnya terlihat lelah. Ia pamit dengan melambaikan tangan pada wartawan yang terus menghujaninya pertanyaan.
Ahok diperiksa sejak sekira pukul 10:00. Ia menjadi saksi dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil DKI Jakarta Tahun 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.
Ia diperiksa untuk karyawan PT Agung Podomoro Land (APL), Trinanda Prihantoro, yang telah dijadikan tersangka dalam kasus ini bersama bos PT APL, Ariesman Wijaya, dan mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi.
Baca Juga :


0 Response to "8 Jam Diperiksa KPK, Ahok Keluar dengan Senyuman"
Post a Comment