Pegiat
HAM sekaligus aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet, akan memanfaatkan momen hari lahirnya
Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2016 mendatang dengan menggelar
‘sidang rakyat untuk Ahok’ di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tujuannya tak lain adalah untuk mendesak KPK agar memakaikan ‘rompi orange'
kepada Ahok.
Ratna
mengklaim akan menggandeng beberapa elemen masyarakat seperti Gerakan Tangkap
Ahok (GTA), Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU), buruh yang tergabung dalam
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pimpinan Said Iqbal, dan Orang
Kita yang diinisiatori Ahmad Dhani.
Menanggapi
hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, mempersilakan
Ratna Cs melakukan aksi tersebut. Namun, pihaknya berharap aksi tersebut tidak
menimbulkan kericuhan seperti aksi yang dilakukan massa HMI yang menuntut Wakil Ketua KPK Saut
Situmorang mundur.
"Silakan
melakukan aksi, tapi kita tak mau aksi tersebut nantinya ricuh (seperti aksi
HMI). Kita tidak mau hal tersebut terjadi, tapi kenyataan di lapangan beda
dengan apa yang ada di atas meja," ujar Awi, Senin (23/5), dikutip wartawan.
Untuk
diketahui, Kapolda beserta jajarannya hari Senin kemarin melakukan pertemuan
guna membahas aksi unjuk rasa agar tidak berujung anarkis. Termasuk rencana
pengamanan aksi Ratna Sarumpaet Cs pada tanggal 1 Juni mendatang.
"Maksudnya
pencegahan dari polisi, bagaimana menghadapi massa yang anarkis, tentu tahapan-tahapannya
harus diperjelas. Sejauh mana toleransi dan eskalasinya sedang dibahas pagi
hari ini," pungkas Awi.
Baca Juga :


0 Response to "1 Juni Ratna Sarumpaet Beraksi di KPK, Polda : "Silahkan, Asal Jangan Sericuh HMI""
Post a Comment