Wali Kota Pontianak,Sutarmidji mengatakan, sekarang ini Pemkot Pontianak sedang menyempurnakan program Pontianak Smart City.
Melalui program tersebut, Pontianak, akan dibangun dengan kecepatan pelayanan, transparansi dengan teknologi informasi.
"Semua informasi tentang Pontianak dari duitnya sampai asetnya semua biasa diakses masyarakat secara transparan. Itu semua sedang kita siapkan supaya lebih baik. Walau sekarang sudah kita lakukan," katanya saat menghadiri launching Pontianak Digital Stream di Best Western, Sabtu (23/4/2016).
Sutarmidji mengatakan, nantinya akan ada room commment di sebelah ruang kerjanya. Di ruangan ini, nantinya berbagai pelayanan pemerintahan, termasuk keluhan warga akan diketahui.
"Sekarang jaringannya sedang dipasang semua. Semuanya nanti ada. APBD, layanan apapun termasuk keluhan bisa disampaikan masyarakat secara online. Kalau perlu saya menjawabnya, tinggal masuk kesitu," jelasnya.
Ruangan ini, menurut Midji hanya akan diisi 20 sampai 25 persen PNS. Selebihnya, anak-anak muda pegiat IT dari berbagai komunitas yang ada di kota ini. Mereka yang ikut mengelola nantinya akan membuat perjanjian-perjanjian tertentu dengan Pemkot.
"Dia bantu kita manfaatkan untuk percepatan Pontianak sebagai smart city. Karena mengisi konten-konten itukan tidak gampang. Nyuruh bagian humas bisa telambat. Karena humas hanya menyampaikan. Dia tidak punya daya imajinasi, kecepatan pemikiran IT bagaimana promosi yang baik. Mereka yang berada di komunitas yang lebih tahu," katanya.
Peran serta anak muda ini, kata Wali Kota diharapkan membuat Pontianak semakin maju, dan dikenal. Dirinya berjanji akan mendukung apapun kreativitas anak muda di kota ini. "Karena kalau anak muda tidak kreatif, kota itu sulit untuk maju," tegasnya.
Direktur Pontianak Digital Stream, Harry Saputra mengatakan, PDS merupakan wadah bagi warga Pontianak dan Kalbar, terutama penggiat IT lokal yang ingin bergotong-royong mewujudkan ekosistem teknologi informasi dan Smart City di Pontianak dan Kalbar.
PDS bertujuan mewujudkan ekosisten teknologi informasi dan smart city di Pontianak dan Kalimantan Barat dimana talenta lokal menjadi pelaku utama dengan semangat gotong-royong berkontribusi membangun daerah dan tanah air.
"Tujuan dan target kita, lahirnya perusahaan ritisan di bidang TI yang berkualitas. Minimal dua perusahaan setiap tahunnya," jelas Harry.
Selain itu, pelaku TI lokal diharapkan dapat berpartisipasi dan mengikuti tren terbaru di dunia IT scara global. Kemudian profesi di bidang IT diakui sebagai profesi yang jelas, resmi, diakui dan menjanjikan untuk masa depan.
"Target kita di penghujung tahun pertama terjalin kerjasama antara pemerintah kota dengan talenta lokal dalam membangun dan mewujudkan smart city yang baik dan berkualitas," katanya.(Sumber Tribunnews.com)
Baca Juga :


0 Response to "Pontianak Mulai Wujudkan Program Smart City"
Post a Comment