Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara, terus
memersuasi sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) warga Pasar Ikan, Penjaringan, yang
bertahan tinggal dalam perahu di perairan Pasar Ikan. Hasilnya, sebanyak 15 KK
manusia perahu, bersedia direlokasi Rumah Susun (Rusun) Muara Angke,
Penjaringan.
Wali
Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengatakan, pasca pembongkaran hunian
kawasan Pasar Ikan, beberapa waktu lalu, sekitar 20 KK yang sesuai aturan
mendapat rusun itu justru menolak relokasi. Selanjutnya mereka tinggal di
perahu di perairan sekitar Pasar Ikan.
"Saat
ini sebanyak 15 KK yang sempat tinggal di perahu sepakat direlokasi. Sekarang
mereka sudah pindah ke Rusun Muara Angke,” ujar Rustam, Kamis (21/4).
Sedang
sisanya sekitar 5 KK, masih menolak direlokasi dan bertahan di perahu. Menurut
Rustam, pihaknya akan terus memersuasi hingga warga bersedia pindah ke rusun.
“Soal
transportasi bukan alasan, karena Pemrov DKI sudah menyiapkan sarana
transpotrasi berupa bus bagi penghuni rusun secara gratis,” tandasnya.
Sebelumnya
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mempertanyakan sikap sebagian
warga Pasar Ikan, Jakarta Utara yang malah memilih tinggal diperahu. Padahal
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyediakan unit Rusun Marunda
untuk relokasi.
"Kamu
kalau nelayan, kenapa tidak mau tinggal di
Marunda , kan dekat
perahu? Kenapa masih ngotot mesti tinggal di Pasar Ikan?," kata Basuki,
Selasa (19/4).
Ia
menjelaskan, penataan bangunan di kawasan Pasar Ikan merupakan bagian dari
perencanaan program revitalisasi Kawasan Wisata Pesisir Bahari Sunda Kelapa
yang masuk dalam konsep penataan kawasan Kota Tua.
"Penataan
Kota Tua yang diatur di dalam Pergub meliputi kawasan Tongkol, Ekor Kruing, VOC
Galangan, Pelabuhan Sunda Kelapa, Luar Batang sampai Museum Bahari. Jadi,
Pemprov DKI ingin membangun suatu kompleks besar, termasuk Kali Besar
Barat," tandasnya.
Baca Juga :


0 Response to "Manusia Perahu Mulai Sepakat Pindah Ke Rusun"
Post a Comment