Suku Dayak, sepertinya kita sudah tak perlu
lagi mempertanyakannya ke Misteriusannya. Ya, di tanah Kalimantan ,
merekalah yang paling disegani dan dihormati. Sakti, jumawa, kharismatik,
mistiknya yang masih kuat, membuat salah satu suku tertua di Indonesia ini
juga begitu ditakuti.
Satu
hal lagi yang membuat Dayak makin disegani disini adalah tentang eksistensi
sosok penting mereka yang sering disebut sebagai Panglima Burung. Sosok satu
ini begitu dipuja dan dihormati oleh orang Dayak. Ia adalah pahlawan yang akan
membantu orang-orang Dayak menyelesaikan masalah pelik yang berat. Konon,
ketika Panglima Burung muncul, maka dipastikan hal sebesar apa pun akan segera
mampu terselesaikan.
Lalu,
seperti apa sebenarnya sosok satu ini? Apakah Sang Legenda ini memang sekuat seperti yang
diberitakan ? Berikut beberapa penjelasannya :
1. Siapakah Sih Panglima
Burung Sebenarnya?
Hal
yang masih jadi pertanyaan besar terutama bagi orang luar Dayak, adalah seperti
apa sebenarnya sosok Panglima Burung itu. Banyak yang mengatakan jika tokoh
satu ini berwujud manusia asli dengan fisik kuat dan sudah tua. Namun, ada pula
yang mengatakan jika Panglima Burung adalah sosok gaib yang dipanggil melalui
ritual.
Tentang Panglima Burung, ia dikatakan mendiami pedalaman
hutan Kalimantan selama ratusan tahun. Ia
bersemedi di sana
dan akan bertindak begitu dipanggil oleh anak cucunya. Sosok satu ini juga
pernah dikatakan sebagai jelmaan burung Enggang, makhluk suci yang dikeramatkan
oleh suku Dayak.
2. Panglima Burung
Sangat Baik Hati tapi Kejam Jika Marah
Panglima
Burung dikatakan sebagai representasi orang Dayak. Ya, ia sangat baik, ramah,
tindak-tanduknya sangat sopan, serta sangat menghargai alam. Panglima Burung
juga kalem, sabar dan tidak suka berbuat kerusakan. Intinya ia sama seperti
orang-orang Dayak pedalaman pada umumnya.
Tapi, semua sifat baik itu berubah kalau kondisinya lain.
Ketika Panglima Burung dipanggil karena adanya ancaman atau suatu bahaya yang
menyangkut-pautkan orang Dayak, maka sosok satu ini berubah bengis. Ia sangat
kejam dalam menghabisi musuhnya. Bahkan ia pantang kembali sebelum memenggal
kepala musuh-musuhnya.
3. Ritual Mangkok
Merah, Upacara Pemanggilan sang Panglima

Panglima
Burung tidak akan muncul kalau tak ada hal penting yang terjadi. Tapi, untuk
membujuknya datang, diadakan sebuah upacara pemanggilan yang bernama Mangkok
Merah. Ritual ini dilakukan dengan cara mengumpulkan benda-benda khusus dan
berfilosofi tinggi menurut orang Dayak, seperti bulu ayam, daun rumbia, tali
simpul, dan lain sebagainya. Setelah terkumpul, bahan-bahan ini akan ditempatkan
di sebuah mangkok merah.
Ritual ini tidak boleh sembarang dilakukan. Harus benar-benar
dibicarakan dulu oleh para tetua. Ritual Mangkok Merah juga tidak bisa
dibatalkan. Satu hal yang pasti, ritual ini akan membawa banyak korban.
4. Kesaktian Panglima
Burung yang Legendaris
Banyak
cerita yang beredar di masyarakat maupun internet tentang kesaktian sosok satu
ini. Sering dikatakan jika Panglima Burung kebal terhadap benda tajam apa pun.
Sehingga sangat sia-sia melawannya dengan memakai senjata.
Sosok Panglima Burung juga memiliki kemampuan legendaris
seperti bisa menerbangkan Mandau yang akan mencari korbannya sendiri. Ia juga
bisa mencium bau musuhnya dengan sangat jelas hanya dari aroma dan darah. Satu
hal lagi, ia juga punya mistis yang sangat kuat.
5. Panglima Burung dan
Peristiwa Berdarah
Salah
satu peristiwa besar yang konon dihadiri oleh Panglima Burung adalah kejadian
kelam pada puluhan tahun silam di Kalimantan. Seperti yang kita tahu, peristiwa ini mempertemukan orang
Dayak dan etnis lain dalam sebuah pertikaian. Banyak nyawa melayang kala itu, dan
sebagian besar korban yang meninggal terutama dari pihak lain itu, diduga adalah
hasil dari turunnya Sang Panglima Burung.
Tidak bermaksud untuk menguak kembali luka lama. Hanya saja
peristiwa ini seringkali jadi bukti otentik akan sosok Panglima Burung yang
melegenda itu. Semoga sejarah kelam jangan sampai terulang kembali lagi.
Itulah beberapa potret seorang Panglima Burung yang dianggap sebagai gambaran dari suku Dayak.
Ia kalem, sopan, sangat menghormati alam dan tidak suka macam-macam. Tapi, sosok
yang seperti ini bisa hilang dalam sekejap ketika Panglima Burung dihadapkan
pada situasi yang mengancam eksistensi orang Dayak. Ia akan jadi pemarah,
kejam, dan tanpa ampun.
Baca Juga : 5 Hal Yang di Takuti Dunia Tentang Suku Dayak


0 Response to "Sosok Sang Panglima Burung Ditanah Borneo"
Post a Comment