Siapa sih yang tidak mengenal tokoh satu ini? terlebih dalam cerita anak-anak. Cinderella merupakan salah satu
tokoh fiksi yang populer di dunia. Cerita tersebut pertama kali muncul dalam
film animasi yang dibuat oleh WaltDisney Pictures di tahun 1950. Tokoh fiksi protagonis tersebut
diakui telah dibuat pada abad ke-17 oleh penulis Italia, Giambattista Basile.
Pada abad ke-18, seorang penulis
asal Prancis, Charles Perrault, menulis Cinderella dengan versi lebih ramping
dan menjadi edisi yang paling banyak dibaca. Namun jauh sebelum itu, Tiongkok
juga memiliki tokoh "Cinderella" bernama Ye Xian.
Dalam cerita itu,
ia digambarkan sebagai gadis muda yang hidup pada masa Dinasti Qin dan Han
(221-206 dan 206-220 SM). Sebagai anak seseorang yang
memiliki jabatan, Ye Xian tumbuh dengan baik. Namun ayahnya meninggal dan
kemudian ia tinggal bersama ibu tiri yang jahat.
Seperti cerita Cinderella, Ye Xian
tak memiliki pilihan lain selain mematuhi peraturan ibu tirinya. Karakter utama
dari cerita tersebut juga sangat mirip, seperti ibu dan kakak tiri jahat,
makhluk supernatural yang dapat mengabulkan permintaan, serta tokoh laki-laki
dari kerajaan yang membawanya kepada kebahagiaan.
Ye Xien secara mental dan fisik
selalu dibandingkan dengan kakak tirinya, Jun-li. Sang kakak tiri digambarkan
memiliki rupa jelek dan memiliki sifat iri hari, sedangkan Ye Xien merupakan
gadis cantik dan cerdas. Dengan kematian ayahnya, Ye Xian
dipaksa untuk menjadi pelayan keluarga tirinya--yang berniat menghancurkan
kecantikannya, demikian seperti dikutip dari Ancient Origin.
Selain itu, karena ayahnya
merupakan seorang kepala suku Tiongkok, kurangnya ahli waris laki-laki membuat
orang lain mengambil kendali sehingga Ye Xian dan keluarganya jatuh miskin.
Pelindung Sakti Ye Xian
Ye Xian hanya memiliki seorang
teman, yaitu seekor ikan yang hidup di sungai dekat rumahnya. Ikan itu ternyata merupakan
pelindung yang dikirim dari langit oleh ibu kandungnya untuk membantu Ye Xian
melalui masa sulit dalam hidupnya.
Namun sang kakak tiri, Jun-li,
menangkap hewan tersebut dan menyantapnya bersama ibunya. Seperti kisah Cinderella yang
memiliki ibu peri, begitu juga Ye Xian. Setelah kematian temannya itu, ia
dikunjungi oleh roh leluhur yang memberitahu walaupun jasad ikan itu telah
tiada, tapi arwahnya tetap hidup.
Dengan mengubur tulang ikan di
sudut kamarnya, Ye Xian masih dapat merasakan kekuatan roh tersebut dan apa pun
yang ia minta akan terkabul.
Akhir Cerita Bahagia
Ketika perayaan tahun baru tiba, Ye
Xian ditinggal oleh ibu dan kakak tirinya, yang tak mengajaknya ke festival
karena khawatir kecantikan gadis itu dapat menandingi Jun-li.
Namun dengan bantuan roh ikan, ia
berangkat ke festival itu diam-diam, berdandan, dan mengenakan gaun sutera
serta sepatu emas.
Di pesta itu, Ye Xian dikagumi
karena kecantikannya. Namun, ia takut bila kedatangannya diketahui oleh
keluarga tirinya, hingga ia kabur dan tak sengaja meninggalkan salah satu
sepatu emasnya.
Melalui sebuah perdagangan, sepatu
emasnya berakhir di tangan Raja To'Han, pemimpin sebuah kerjaan besar yang
mencakup banyak pulau. Ukuran sepatunya yang kecil dianggap
sebagai simbol kecantikan ideal. Sang raja pun bersabda ia meminta para abdi
untuk menemukan pemiliknya.
Namun, tak ada satu pun perempuan
yang muat mengenakan sepatu itu. Cerita tersebut berakhir ketika Ye
Xian menghampiri tempat sepatu itu disimpan dan meyakinkan bahwa benda tersebut
merupakan miliknya. Ia juga mengisahkan kehidupannya pada sang raja.
Raja tersebut kemudian terkesima
dengannya dan menyelamatkan Ye Xian dari keluarga tirinya yang kejam. Ia
kemudian menikahinya serta menjadikannya ratu dan mereka hidup bahagia
selama-lamanya.
Gimana Sob? begitu mirip bukan dengan kisah
Cinderella? Apakah cerita Cinderella ini menjiplaknya?
Baca Juga : Kisah Sebuah Kebijaksanaan



0 Response to "Dongeng Cinderella Mirip Cerita Tiongkok Berusia 2.200 Tahun"
Post a Comment