Sejumlah tatung mengamuk di sekretariat Cap Go Meh Kota Singkawang di Jalan Kalimantan, Kelurahan Roban, Singkawang Tengah, Selasa (23/2) pagi.
Para Tatung ini menuntut pembayaran uang santunan yang telah dijanjikan oleh panitia sebesar Rp1 juta. Mereka menilai pihak panitia telah melanggar kesepakatan lantaran hingga selesai Cap Go Meh uang santunan mereka tidak dibayar. Padahal menurut mereka panitia berjanji akan membayar sehari setelah perayaan Cap Go Meh usai.
“Sesuai pengumuman, santunan sudah dapat diambil hari ini (23/2), tetapi ketika hendak diambil katanya harus besok lagi,” ujar Eko salah satu tatung dari kelurahan Singkawang timur.
Para tatung ini mengaku tukang pikul tandu telah menagih bayaran dari mereka.
“Kita sekarang sudah ditagih-tagih tukang pikul,” pungkasnya.
Sementara itu, wakil Sekretaris Panitia Cap Go Meh Andi Fiktorio mengatakan. kedatangan sekelompok tatung tersebut hanya ingin meminta kejelasan terkait pembayaran santunan.
“Yang datang hanya sekelompok saja. namun yang lain sudah mengerti,
Andy mengatakan, pola pembagian uang santunan nantinya akan dibagikan sesuai daerah asal tatung masing-masing, ini untuk menghindari konsentrasi massa di suatu titik saat pembagian.
“Kita mulai besok sekitar pukul 10.00 dan kita bagikan sesuai daerah mereka masing-masing, karena di seluruh wilayah kemarin yang mendaftar, tidak sesuai yang mendaftar, dari 600 lebih tatung kita perkirakan 300 lebih yang turun, namun kita ada cara mengatasi mereka, karena kita ada tim dokumentasi langsung,” jelasnya.
lebih lanjut Andi mengatakan, dalam pembagian nantinya, pihaknya akan meminta bantuan dari pihak kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan.

0 Response to "Para Tatung Di Singkawang Mengamuk Tuntut Pembayaran Uang Santunan"
Post a Comment