Melihat Festival Budaya Isen Mulang Kalimantan Tengah

Jika Jember terkenal dengan Jember Fashion Carnaval, Singkawang dengan Cap Go Meh, Banjarmasin dengan Festival Budaya Pasar Terapung, Jogja dengan Sekaten, Solo dengan Solo Batik Carnival nya, maka Palangkaraya punya gelaran budaya yang tak kalah menarik. Nama nya Festival Budaya Isen Mulang. 

Sebuah perayaan besar seluruh etnis Dayak di Kalimantan Tengah yang dikemas dalam sebuah festival budaya. Ini semacam pesta rakyat nya warga Bumi Tambun Bungai, yang diselenggarakan setahun sekali setiap bulan Mei.



Festival Budaya Isen Mulang ( FBIM ) 2015 Tahun lalu dipusatkan di Bundaran Besar dan Museum Balanga di Palangkaraya, dan tentu saja Sungai Kahayan yang membelah Kota Cantik ini. FBIM sendiri diselenggarakan atas dasar perayaan hari lahir provinsi Kalimantan Tengah sekaligus sebagai pesta rakyat nya warga Dayak se Kalteng. Di festival budaya ini, seluruh elemen suku Dayak di Kalteng bertemu. Baik dalam kirap budaya, lomba kesenian, pertunjukan tari tradisional, olahraga dan permainan tradisional, lomba perahu hias dan lain sebagai nya.




Dari sekian banyak materi acara yang digelar, tentu kirap budaya lah yang paling ditunggu. Karena di kirap yang dipusatkan di Bundaran Besar ini melibatkan seluruh kontingen peserta dari berbagai kabupaten di Kalteng. Mulai dari Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Selatan, Kapuas, Lamandau dan lain sebagai nya. 


Tiap kabupaten dan kota, berusaha menampilkan khasanah lokal yang unik dan khas. Tak sedikit diantara nya mengirimkan warga suku Dayak asli pedalaman yang selama kirap budaya mengenakan pakaian adat Dayak setempat. Tak sekedar memperlihatkan busana tradisional yang unik, tapi mereka juga mempertontonkan alat musik tradisional serta tarian khas suku Dayak. Tiap lelaki Dayak, dapat dipastikan membawa sebuah mandau dan tameng. Mirip serdadu perang yang gagah dan berwibawa.

Di Kalteng, ada beberapa sub suku Dayak. Ada Dayak Ngaju, Dayak Katingan, Dayak Tomun, Dayak Maanyan dan lain sebagainya. Mereka merupakan keluarga besar etnis Dayak, namun terbagi dalam sub etnis. Dayak Tomun misal nya, ini merupakan etnis asli yang masih banyak populasi nya di Kabupaten Lamandau, di sekitar perbatasan Kalteng dan Kalbar sana. Saya dulu pernah berkunjung beberapa hari di perkampungan suku Dayak Tomun. Bentuk rumah dan ada istiadat nya memang agak berbeda dari sub etnis Dayak lain nya di Kalteng.  


Gubernur Kalteng Bapak Agustin Teras Narang dan ibu nampak ikut dalam kirap budaya ini. Tak peduli panas, beliau dan pejabat penting lain ikut berjalan kaki dari depan podium utama mengelilingi Bundaran Besar yang menjadi sentra perayaan FBIM .

Tahun ini saya merasa ada yang berbeda dan agak istimewa. Ada kontingen umat Hindu se Indonesia yang ikut dalam kirap ini. Sebelum mereka arak-arakan, banyak diantara umat Hindu yang ikut FBIM bernyanyi sambil mengucap mantra pemujaaan terhadap Krishna . Musik, nada, pakaian dan tarian nya mengingatkan saya pada film India, adegan dimana ada warga Hindu sedang mengucap mantra sambil bernyanyi khusyuk.



Bagi traveler yang ingin menyaksikan festival tahunan ini, silakan pantau saja agenda nya di tiap bulan Mei setiap tahun nya. Biasa nya dilaksanakan pada saat akhir pekan. Kirap budaya seperti yang saya bahas diatas biasa nya dilaksanakan pada hari pertama FBIM. Biasa nya acara di laksanakan pada jam 2 siang dan berlokasi di Bundaran Besar, Palangkaraya. Bagi fotograper, ada baik nya datang 1 jam lebih cepat dari acara kirap. Karena Anda bisa memoto peserta kirap yang mengenakan pakaian adat Dayak dengan leluasa. Peserta kirap akan dengan senang hati bila diminta untuk di foto, asal minta ijin dulu. Setelah puas memoto sebelum acara kirap, maka lebih baik Anda ambil posisi di sisi timur Bundaran Besar. Disana ada trotoar ( di tepian bundaran ), anda bisa duduk disana lengkap dengan kamera. Posisi matahari akan berada di belakang Anda, sehingga memudahkan dalam hal pemotretan peserta kirap budaya yang berjalan melewati Bundaran Besar. 

Acara parade perahu hias di Sungai Kahayan biasa nya dilaksanakan pada hari kedua keesokan hari nya. Dan acara perlombaan permainan tradisional, tarian dll akan dipusatkan di Museum Balanga di Jalan Tjilik Riwut. Minta kepada panitia rundown acara nya, agar Anda tidak kehilangan momen.

Untuk akomodasi, ada beberapa penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya menuju Palangkaraya. Tersedia banyak hotel di sekitar kota, mulai dari hotel melati hingga bintang empat. Diantara nya SwissbelHotel Danum, Hotel Amaris, Hotel Aquarius, Hotel Mahkota , Hotel Global Express dan lain sebagainya.

Untuk urusan kuliner, cobalah mencicipi makanan khas Dayak di Rumah Makan Samba di Jalan RTA Milono. Atau masakan khas Banjar seperti pais patin dan pais ikan lais di Rumah Makan Al Mu'minin di sekitar Jalan Batam ( Pelabuhan Rambang ).


0 Response to "Melihat Festival Budaya Isen Mulang Kalimantan Tengah"

Baca Juga ...

loading...