Banyak
orang datang makan kue bolanya hari itu, tetapi tidak ada yang membayar satu
koin untuk satu kue bola, semua memilih dua koin agar dapat makan sepuasnya.
Hari semakin larut, tiba-tiba datang Seorang anak muda dan membayar satu koin,
memakan satu kue bola manis, lalu segera meninggalkan tempat.
Lu
Dongbin merasa senang dengan pembeli tersebut, lalu ia berusah mengejarnya dan
bertanya pada orang itu, “Mengapa Anda tidak membayar dua koin dan bisa makan
sepuasnya?”
Anak
muda itu menjawab dengan menyesal, “Saya hanya mempunyai sisa satu koin saja.”
Mendengar
jawaban anak muda tersebut, Lu Dongbin mendesah dan terbang ke langit. Setelah
itu ia tidak pernah menerima seorang murid pun sepanjang hidupnya. Bahkan
seorang dewa pun sulit menemukan seseorang yang tidak rakus dan tidak mempunyai
keinginan.
Di
dalam kehidupan sehari-hari, semua orang sibuk memikirkan untuk bertahan hidup
dan berusaha untuk hidup lebih baik,hanya ada sedikit orang yang mau berpikir
mengapa semua berjalan seperti demikian. Alasannya sangat sederhana, karena
kehidupan telah membuat manusia terbawa oleh keinginan yang berlandaskan nama
baik dan kepentingan diri sendiri. Nama baik adalah sesuatu yang hampa dan bisa
memuaskan kesombongan seseorang, sedangkan kepentingan diri sendiri adalah
sesuatu yang nyata serta memuaskan keinginan dan kebutuhan kita.
Manusia
demi kebutuhan hidupnya, lambat laun telah menjadi egois dengan selalu berpikir
pada pencapaian terpenuhinya kebutuhan untuk kepentingan diri sendiri, yang
kemudian berubah makin lama menjadi semakin besar. Tanpa disadari keinginannya
menjadi sangat melambung dan pikiran mereka menjadi bodoh dan semakin kacau
balau.
Manusia
tidak ingin menanggalkan keinginannya dan ingin mendapatkan kepentingan diri
sendiri lebih dan lebih banyak lagi. Seseorang mungkin saja mempunyai banyak
rumah besar, tetapi orang tersebut hanya butuh satu ranjang untuk tidur.
Seseorang mungkin saja mempunyai banyak mobil mewah, tetapi dia hanya bisa naik
satu mobil setiap kali.
Berbeda
dengan seorang Kultivator, yang senantiasa berusaha mempunyai standar yang
lebih tinggi. Mereka terus berusaha meningkat sampai level di atas orang biasa
dan mempertahankan kemurnian seperti bunga lotus yang mekar di atas kolam
berlumpur.
Kultivasi
berarti melepaskan segala jenis keinginan dan keterikatan hati. Mereka harus
terus berasimilasi pada Sejati; Baik; Sabar, sampai mencapai pemahaman yang
benar dari arti tidak mementingkan diri sendiri dan mengutamakan orang lain
terlebih dahulu, dan terus meningkatkan kultivasi hingga mencapai
kesempurnaannya.

0 Response to "Kisah Dewa Juga Sulit Menemukan Seorang Manusia Berakhlak Mulia"
Post a Comment