Hingga kini PDIP belum juga memiliki jago tangguh untuk maju ke Pilkada DKI 2017. Penjaringan yang menghasilkan 32 peminat Cagub/Cawagub, sekedar penggembira. Karena itu yang dipaksa-paksa terus Tri Rismaharini, Walikota Surabaya.
Padahal Bu Wali ini sudah menegaskan berulangkali, tak mau ke Jakarta. Ketum PDIP
Megawati hanya bilang, “oo gitu toh”, tapi anak buahnya para elit PDIP bergantian bikin
statemen bahwa kader tak bisa menolak tugas partai.
Megawati hanya bilang, “oo gitu toh”, tapi anak buahnya para elit PDIP bergantian bikin
statemen bahwa kader tak bisa menolak tugas partai.
Selama ini PDIP selalu merasa bahwa Jokowi, Tri Rismaharini, menang Nyapres dan Pilkada karena berkat PDIP. Padahal sebetulnya, justru PDIP yang numpang beken lewat keberhasilan Jokowi jadi gubernur/presiden, dan Tri Risma sebagai walikota. Sebab rakyat memilih Jokowi atau Risma bukan karena partainya, tapi karena sosok mereka itu sendiri. Partai sih, kini mulai banyak yang tak dipercaya rakyat, sehingga jalur perseorangan mulai dielu-elukan publik.
Menghadapi Pilkada DKI bulan Februari 2017, hingga kini PDIP belum punya jago meyakinkan untuk menantang Ahok. Peminat Cagub/Cawagub yang pendaftarnya mencapai 32 orang, sepertinya tak ada yang layak didaftarkan ke KPU. Apa lagi dari peminat itu ada yang terkesan seperti ngelamar kerja. Daftar ke Gerindra, tapi daftar pula ke PDIP. Untung mereka tak dimintai Kartu Kuning Kemenaker.
PDIP hanya punya inceran satu-satunya, Tri Rismaharini, yang kini Walikota Surabaya. Sudah berulangkali Bu Wali ini menegaskan, takkan mau ke Jakarta, karena harus menyelesaikan tugasnya di Surabaya. Ini amanah warga kota. Rupanya Risma ingat betul hadist Nabi. Tanda-tanda orang munafik adalah, bila diberi amanat berkhianat.
Akan sikapnya Risma ini Megawati hanya bilang, “Oo gito toh?” Tapi anak buahnya, yakni para elit PDIP seperti Hasto Kristianto, Komarudin Watubun, Hendrawan Supratikno, dan Andreas Hugo Pareira; bergantian mengeluarkan statemen bahwa sebagai kader tak bisa menolak jika ditugaskan partai. Ini kan namanya: Pasar Minggu di selatan Jakarta, Risma tidak mau kok dipaksa-paksa.
Ridwan Kamil Walikota Bandung setelah dinasihati Jokowi, tak jadi maju ke DKI. Berani tidak Presiden selaku “petugas partai” menasihati Megawati dan elit PDIP, agar jangan hobi mengadu-adu barang bagus lawan barang bagus, pasti rusak salah satu. (Sental Sentil)
Ridwan Kamil Walikota Bandung setelah dinasihati Jokowi, tak jadi maju ke DKI. Berani tidak Presiden selaku “petugas partai” menasihati Megawati dan elit PDIP, agar jangan hobi mengadu-adu barang bagus lawan barang bagus, pasti rusak salah satu. (Sental Sentil)
Baca Juga :


0 Response to "Saat PDIP Bingung Memilih Jagoan Untuk Maju Pilkada DKI"
Post a Comment