![]() |
| Ketua DPRD DKI saat kunker ke Tokyo |
"Sekarang sedang kami buat laporan kunjungan kerja berupa rekomendasi hasil kunjungan kerja," kata salah seorang anggota yang kunker ke Tokyo Abdul Ghoni kepada detikcom, Selasa (3/4/2016).
Ghoni yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra ini menegaskan kegiatannya bukanlah jalan-jalan santai saja. Maka kegiatan itu akan segera ditindaklanjuti dengan pembuatan laporan.
"Bukan hanya jalan-jalan, tapi banyak ilmu yang bisa kita terapkan di DKI. Mungkin pekan depan kita laporkan ke Gubernur. 13 Anggota yang ikut kunker akan memberikan laporannya terlebih dahulu ke Ketua DPRD DKI," tuturnya.
Ghoni sendiri menyatakan mengunjungi Tokyo sedari 25 April dan sampai lagi ke Indonesia pada 30 April. Dalam kunjungan yang dipimpin Ketua DPD DKI Prasetio Edi Marsudi itu, para anggota dewan belajar soal subway (kereta bawah tanah), pengolahan sampah, dan reklamasi.
Mereka bertemu konsultan subway dari Japan International Cooperation Agency (JICA) di Tokyo. Dia merasa kagum dengan subway yang dioperasikan di Jepang dan ingin Jakarta menerapkan hal serupa untuk mengurangi kemacetan. 5.800 Lokomotif diatur oleh JICA dengan sistem terintegerasi.
"Rekomendasinya untuk DKI, Jakarta harus ada subway. MRT (Mass Rapid Transit) kan jarak pendek saja, maka kendaraan roda empat dan dua masih menimbulkan kemacetan. Saya kurang sependapat dilakukan pembangunan enam ruas Jalan Tol Dalam Kota. Itu tidak mengatasi macet," kata dia.
Soal sampah, Ghoni menyatakan pengolahan sampah di Tokyo perlu menjadi contoh untuk Jakarta. 20 Tahun lalu, Tokyo masih mengolah sampah seperti yang dilakukan Jakarta, namun karena pengolahan seperti itu menimbulkan lindi (air limbah), maka Tokyo meninggalkan cara itu.
Para anggota dewan ini mengunjungi tempat pengolahan sampah, dan Ghoni menyatakan tempat pengolahan sampahnya tidak berbau. Hasil olahan sampah malah menjadi seperti material tanah dan dijadikan bahan membuat pulau reklamasi.
"Hasil olahan sampahnya menjadi reklamasi. Pulau reklamasi di sana (Jepang) sudah sampai 20 Hektare," kata Ghoni.
"Rekomendasi kami, Jakarta ini sudah overload, setiap wilayah harus ada tempat pembuangan sampah seperti itu. Pemda DKI harus bebaskan tanah di perbatasan wilayah masing-masing. Jakarta Utara masih banyak sawah-sawah, tanah-tanah dibebaskan saja," ujarnya.
Soal reklamasi, Ghoni menjelaskan Jepang punya pengalaman dalam membikin reklamasi menjadi lahan Bandara Internasional Kansai. Ditambah lagi hasil pengolahan sampah yang bisa menjadi material reklamasi.
"Tidak merugikan orang, tapi menyejahterakan masyarakat. Maka perlu duduk bersama membahas reklamasi antara pemerintah pusat dan daerah," ujarnya.
Baca Juga :
- Kembali Kritik Ahok, Fadli Zon : "Ahok Ini Bapak Penggusuran"
- Ahok : "Terjadi Korupsi Proyek Trotoar Kurangnya Pengawasan Lapangan"
- PN Jaksel Tolak Praperadilan MAKI Terkait Sumber Waras
- Mengusut Teka-teki Rp 1 Miliar dan Sang Provokator SP1 di Luar Batang


0 Response to "Menunggu Laporan Anggota DPRD DKI Ke Ahok Hasil Kunker ke 3 Negara"
Post a Comment