Polemik pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan Reklamasi Teluk Jakarta menyeret nama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Oleh karena itu, masyarakat Jakarta dan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dikabarkan akan melakukan unjuk rasa pada Jumat 20 Mei 2016.
Koordinator aksi, Jamran menyatakan bahwa aksi tersebut akan dilakukan di depan gedung DPRD DKI pada pukul 10.00 WIB dan dilanjutkan salat Jumat di kantor wakil rakyat Jakarta itu. Pada siangnya, aksi akan dilanjutkan ke gedung KPK. Menurut Jamran, aksi tersebut dilakukan untuk meminta KPK segera menangkap Ahok atas kasus-kasus yang melibatkannya.
"Jalur hukum di KPK sebagai lembaga resmi antikorupsi harus segera menuntaskan kasus yang data-data dan fakta-faktanya sudah jelas semua. Dari kasus RS Sumber Waras dan Reklamasi," kata Jamran saat dihubungi Okezone di Jakarta, Rabu (18/5/2016).
Sementara itu, Jamran menilai bahwa Mantan Bupati Belitung Timur ini terlalu hiperaktif. Pasalnya, Ahok telah melakukan penggusuran di berbagai wilayah Jakarta. Penggusuran tersebut, menurut Jamran, tidak manusiawi.
"Bahkan terlalu hiperaktifnya Gubernur terhadap warga Jakarta seperti menggusur dengan cara-cara yang kurang manusiawi, serta kasus-kasus yang tengah melanda Gubernur," ujarnya.
Dirinya pun meminta kepada DPRD DKI, sebagai perwakilan rakyat untuk melengserkan Ahok dari jabatannya. Pasalnya, sifat arogan Ahok dinilai masyarakat telah membuat Jakarta tak lagi nyaman.
"Jalur politik sesuai dengan UUD 45, maupun UU yang berlaku, DPRD DKI sebagai wakil rakyat Jakarta harusnya mampu menonaktifkan atau melengserkan Gubernur dengan segala persoalan yang ditimbulkannya yang berdampak sangat tidak membuat warga Jakarta nyaman," tandasnya.
Baca Juga :


0 Response to "LSM Ancam Banjiri Massa Di DPRD DKI dan KPK Untuk Lengserkan Ahok"
Post a Comment