Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas
KPK Yuyuk Andriati Iskak membantah ada deal antara Ketua Komisi Pemberantan
Korupsi (KPK Agus Rahardjo dengan
Presiden Jokowi untuk tidak menetapkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok) sebagai tersangka,
beberapa kasus yang saat ini ditangani KPK.
Antara lain korupsi pembelian lahan
RS Sumber Waras dan dugaan suap pembahasan reklamasi Teluk Jakarta, dan barter
pengamanan penggusuran kawasan Kalijodo oelh salah satu pengembangan.
"Tidak pernah ada deal dengan
siapapun. Perjalanan ke Korea juga bukan masuk dalam rombongan Presiden,"
ujar Yuyuk saat dikonfirmasi Harian Terbit, Minggu (22/5/2016).
Yuyuk mengakui ada pertemuan kedua
pihak. Namun, tegasnya bertemunya Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK
Basaria Panjaitan dengan Presiden Jokowi di Korea Selatan adalah dalam rangka
penandatanganan kerja sama antara KPK dengan MCRC Korea Selatan. Apalagi
Indonesia dan Korsel telah menjalin kerjasama dalam pencegahan korupsi sejak tahun
2006 lalu.
Yuyuk menegaskan, kunjungan Ketua
dan Wakil Ketua KPK juga tidak ada kaitannya dengan kunker Presiden Jokowi ke
negeri ginseng tersebut. Selain itu, kedua pimpinan KPK juga tidak satu pesawat
dengan presiden. Karena kedua pimpinan KPK menggunakan pesawat komersil. Kunker
Agus dan Basaria berlangsung selama lima hari dari 16 - 20 Mei 2016
"Tidak ada kaitannya (kunker
Agus dan Basaria) dengan presiden. Pimpinan KPK menggunakan pesawat komersil
dan menggunakan dana APBN," jelasnya.
Yuyuk menuturkan kunjungan Agus dan
Basaria dalam rangka penandatanganan kerja sama antara KPK dengan MCRC Korea.
Dalam kunker tersebut KPK dan Korea sepakat memperbaiki dan meningkatkan
beberapa bidang seperti perbaikan kapasitas SDM, IT, dan beberapa informasi
lainnya.
Terkait keberadaan Agus di Istana
Kepresidenan Korea, Yuyuk menjelaskan penandatanganan kerja sama tersebut
memang dilakukan di istana dan disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.
"Memang benar bertemu presiden di sana karena penandatanganan dilakukan di
istana Korea dan disaksikan Presiden Joko Widodo," tukasnya.
Sementara itu saat ditanya
bagaimana perkembangan kasus RS Sumber Waras, dan barter penggusuran lokalisasi
Kalijodo dengan pengembang, Yuyuk mengaku belum menanyakan kembali kepada penyidik.
"Aku belum tanyakan lagi infonya," paparnya.(antara)
Baca Juga :


0 Response to "KPK Akui Jumpa Jokowi, Tapi Bantah Amankan Ahok"
Post a Comment