
Partai
Gerindra dan Partai Amanat nasional (PAN) menjajaki kemungkinan membangun
koalisi jelang Pilkada DKI 2017. Gerindra dan PAN DKI memastikan bahwasanya tak
mendukung calon gubernur yang naju lewat jalur independen.
Rombongan
PAN dipimpin langsung oleh Ketua DPW PAN DKI, Eko Hendro Purnomo alias Eko
Patrio. Mereka tiba di kantor DPD Gerindra sekitar pukul 13.45WIB, dan disambut
langsung oleh Ketua DPD Gerindra DKI Mohamad Taufik beserta jajaran pengurus
harian Gerindra.
Dalam
pertemuan itu, Eko mengaku bahwa partainya secara resmi baru melakukan
komunikasi politik dengan partai Gerindra.
"Hanya
silaturahmi biasa, ini adalah komunikasi perdana kami dengan Parpol di DKI.
Bagi kami Gerindra adalah partai besar dan partai pemenang ke dua di DKI,"
kata Eko.
Selain
itu, Eko menyebut bahwa kunjungannya kali ini juga untuk membicarakan
kemungkinan membangun koalisi untuk membangun Jakarta yang lebih baik.
"Namun,
PAN DKI baru akan memutuskan siapa nanti yang kiranya pantas untuk didukung
menjadi calon gubernur DKI 2017," ujar Eko.
Disisi
lain, ia mengungkapkan bahwasanya DPW PAN DKI tak akan mendukung calon gubernur
yang telah memutuskan maju lewat jalur independen.
Menurut
Eko, tugas partai politik adalah menyiapkan kader untuk menjadi kepala daerah
yang sudah diatur dalam perundang-undangan. Sementara jalur independen atau
perseorangan, kata dia, merupakan saluran lain untuk calon kepala daerah non
parpol atau yang tidak mau maju lewat jalur parpol.
"Yang
pasti, kami menutup diri untuk cagub independen. Tidak ada yang namanya
mendukung calon independen," katanya.
Anggota
DPR RI yang akrab disapa Eko Patrio ini mengatakan, partai politik adalah
organisasi yang diatur dalam konstitusi dengan visi dan misinya sendiri. Karena
itu, dia menganggap partainya hanya akan bisa berjalan dengan calon kepala
daerah yang memiliki visi serta misi serupa.
"Lagi
pula kalau PAN dukung calon independen, belum tentu yang didukung mau. Ini kan
soal pilihan saja," ujarnya.
Adapun
menurutnya, PAN baru akan membuka penjaringan cagub dan cawagub pada bulan Mei
ini. Penjaringan tersebut dibuka seluas-luasnya untuk baik bagi kader internal
PAN maupun non kader.
"Kami
buka seluas-luasnya kepada masyarakat, insyaallah kalau tidak minggu ini ya
minggu depannya lagi. Kamimempersilakan masyarakat yang ingin mendaftar maju
melalui PAN, silahkan mendaftar," bebernya.
Setelah
itu, lanjut Eko, PAN akan melakukan survei internal terkait nama-nama kandidat
calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
"Bedanya
dengan partai lain, dalam survei itu nantinya kita akan mecoba menyandingkan
sepasang cagub-cawagub untuk melihat langsung respon masyarakat. Selanjutnya,
hasil survei itu akan menjadi acuan bagi DWP PAN DKI dalam mengusung calon
sebelum kemudian disodorkan kepada Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan,"
tandasnya.
Untuk
diketahui, saat ini terdapat dua nama yang telah memutuskan untuk maju lewat
jalur independen. Yaitu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan mantan Menpora
Adhyaksa Dault.
Meski
melalui jalur independen, dua partai politik sudah menyatakan dukungan pada
Ahok yakni Partai NasDem dan Partai Hanura.
Dapat
Respons Positif
Sementara
itu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik menyampaikan, bahwa
partainya telah melakukan penjaringan Bakal Calon Gubernur (Balongub) DKI.
Kini,
nama-nama cagub Gerindra sudah mengerucut pada tiga nama, yakni Letjen TNI
(Purn) Syafrie Syamsudin, Sandiaga Uno dan Yusril Ihza Mahendra.
"Dari
hasil seleksi kami menilai tiga nama tersebut yang masuk dalam sorotan partai
kami. Ketiga nama itu akan kita sodorkan ke DPP," katanya di lokasi acara.
Ketiga
nama tersebut dipilih berdasarkan rekam jejak yang dilakukan dan popularitas
diri masing-masing kandidat.
Terkait
penjajakan koalisi, Taufik mengaku telah berkomunikasi dengan beberapa partai
dan dua ormas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
"Alhamdulillah, ketiga nama yang akan kita jagokan direspon positif oleh
masyarakat," tandasnya.
Baca Juga :

0 Response to "Koalisi Gerindra Dan PAN Tegaskan Lawan Ahok di Pilgub DKI"
Post a Comment