
Para publik figur yang tergabung dalam Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) ikut meninjau Jakarta Smart City di Smart City Lounge, Balai Kota.
Para publik figur seperti Tantowi Yahya, Anang Hermansyah, Indra Bekti, dan lain-lain nampak melihat-lihat monitor besar yang menggambarkan Jakarta tersebut.
Musisi dan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Anang Hermansyah terlihat paling antusias dibanding artis lainnya selama berada di Jakarta Smart City.
"Ini semua bisa kelihatan dari monitor? Siapa, ke mana dan bagaimana saja semua bisa kelihatan di sini?," tanya Anang dengan nada tinggi kepada Project Manager Development Team Jakarta Smart City DKI Prasetyo, Senin (11/4/2016).
Prasetyo kemudian menjawab pertanyaan Anang tersebut. Pada kesempatan itu, para publik figur dipertontonkan keadaan Jakarta yang terpantau oleh CCTV.
Kemudian aplikasi Qlue, Qlue Transit, Qrave, info pangan, dan lain-lain. Anang pun terlihat mengangguk-angguk mendengar jawaban Prasetyo.
"Ini ada petugasnya ya yang punya HP, bisa tracking sampai 24 jam. Ada Perda atau Pergub dibuat enggak biar HP-nya enggak mati, beroperasi 24 jam?" tanya Anang lagi antusias ketika melihat aplikasi Qlue Transit (aplikasi realtime Transjakarta).
Anggota Komisi X DPR itu juga terlihat antusias ketika melihat aplikasi info pangan. Di monitor tersebut dipertontonkan harga sayur mayur secara realtime di pasar-pasar di Jakarta.
"Harga beras komoditi semua masuk sini, nih?" tanya Anang sambil menunjuk monitor.
Ketika Prasetyo menjawab tertanyaan itu, Anang justru asyik ngobrol dengan rekan lainnya dengan suara cukup kencang. Mengetahui hal itu, Ketua Umum PAPPRI Tantowi Yahya yang berdiri di sampingnya, langsung menegur Anang.
"Jangan ngobrol dulu, dengerin itu yang jelasin. Kasihan," ujar Tantowi kepada Anang.
Seketika Anang pun kembali menyimak penjelasan Prasetyo. Sementara itu, istri Anang, Ashanty dan anaknya, Aurel, terlihat tidak terlalu antusias melihat-lihat Jakarta Smart City. Mereka berdua memilih duduk di lantai di luar ruang kendali Jakarta Smart City.
Jakarta Smart City Lounge Adalah Ide Dari Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengajak Presiden Joko Widodo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninjau Jakarta Smart City Lounge.
Basuki menyebutkan, keberadaan Jakarta Smart City Lounge ini merupakan perwujudan harapan Jokowi.
"Saya mau menyampaikan apa yang kami lakukan ini tidak terlepas dari arahan Bapak Presiden waktu masih jadi Gubernur DKI Jakarta," kata Basuki saat meresmikan Masjid Fatahillah, di Balai Kota, Jumat (29/1/2016).
Dalam sambutannya, Basuki kembali menyebut pembangunan Jakarta Smart City Lounge ini berawal dari ide Jokowi.
Ide itu muncul ketika Jokowi blusukan dan sulit mencari pejabat setempat.
"Saat itu, Bapak susah mencari di mana staf kita, lurahnya ke mana, lalu bagaimana kita mengontrol. Sudah saya selesaikan," kata Basuki.
Ahok menambahkan, pembangunan showroom di Jakarta Smart City Lounge juga merupakan arahan Jokowi.
"Pak Presiden bilang perlu sosialisasi supaya orang luar negeri datang untuk melihat (Jakarta). Dulu saya pikir untuk apa (bangun showroom Jakarta Smart City Lounge)? Yang penting fungsi," kata Basuki.
Jakarta Smart City Lounge menempati ruangan seluas 500 meter persegi. Di dalamnya terdapat ruang command center, yang dilengkapi LED wall, berikut peralatan teknologi terbaru.
Kemudian Ruang V Meeting, yang difungsikan sebagai ruang koordinasi dan komunikasi para pemimpin daerah.
Selain itu, ada ruang untuk pengaduan warga, ruang Kepala UPT Smart City, ruang operasional tim, dan ruang staf Jakarta Smart City. Ada juga ruang co-working space untuk rintisan yang mendukung program Jakarta Smart City.(Sumber Kompas.com)
Baca Juga :

0 Response to "Tatkala Anang Hermansyah Dibuat Terbengong Saat Melihat Karya Jokowi - Ahok"
Post a Comment