Surat Buat "Sang Pakar Telematika"

Pak Roy Suryo, saya salut dengan kejelian bapak dalam meneliti foto kumpul2 di rumah ahok dimana anda lah yg pertama menemukan minuman kaleng beralkohol rendah alias beeeerrrrrrr... 
Tapi kebetulan saya juga menemukan foto ini, Saya yakin bapak2 di bawah adalah wakil rakyat separtai dgn bapak yg lagi ngumpul2 juga. Mungkin mereka baru selesai membahas betapa carut marutnya bangsa kita dan bagaimana kita bisa memajukan negara ini (cieeee) dan kemudian nyante di lobi sambil istirahat dan minum,, wait... MINUM? ... Ngomong2 di atas mejanya itu apa ya? Menurut bapak mungkin itu bukan beer atau gambar sudah diedit. 
Tapi menurut saya, itu adalah Beer berkualitas. Bisa juga saya yang salah, karena selama ini bapak lah yg dikenal sebagai pakar telematika. Saking pinternya, bapak bisa mengubah logo Teman Ahok menjadi "Teman Mabok". Saya agak kuatir Dengan foto ini mungkin saja ada org iseng lainnya akan ikut2an membuat plesetan partai demokrat menjadi "partai Mabokdarat". 
Tapi saya tidak akan melakukan itu pak, saya pemilih dan pendukung SBY dua periode, dan saya juga memberikan suara untuk kader kader demokrat di daerah saya. Demokrat adalah partai yg baik, bervisi dan berintegritas. sayangnya kadang ada segelintir kader iseng seperti bapak yg membuat respek simpatisan menurun.. Yah.. Seperti yg telah bapak lakukan saya rasa sudah menunjukkan ketidakjantanan bapak menghadapi pilgub 2017.
Terlepas dari foto edit atau bukan itu ga penting,ijinkan saya curhat lagiii utk sekedar penjelasan dari kaum keper mengenai beer, semoga bapak bisa mengerti.
Kalo non muslim yg lagi dikunjungi ama tamu di rumah pribadinya, lalu pada asik ngebeer, bakar celeng,panggang tupai, masak daging guk-guk atau apalah yg bisa dikonsumsi dan tidak melanggar hukum adalah merupakan hal yg biasa biasa saja pak. 
Apalagi tamunya juga non muslim, tapi klo tamunya muslim ya kita hormati, makanan haramnya disimpan dan beernya tidak ditawarin. Walau se Keper kepernya si kaper, kita juga tau norma dan menghormati muslim yg tidak mengkonsumsi minuman keras. Ngebeer tidak hanya digemari suku mata sipit pak, bahkan orang dayak di Kalimantan mempunyai tradisi menyuguhkan tuak bagi tamu mereka. 
Dan sekali lagi saya jelaskan, mereka akan bertanya dulu ke tamunya, jika muslim maka org dayak juga akan menghargai tamunya dan tidak akan memaksa mereka bertuak. Kalau ada kesempatan, bolehlah bapak main main kesini, dan sedikit memberi nasehat jika bapak berkunjung ke tanah Borneo, ada baiknya bapak menghindari penyebutan kata kafir kepada yg tidak seiman atau kata haram ketika disuguhkan makanan. Saya kuatir kami akan melihat berita duka di televisi nasional.
Faktanya angker beer, heineken ato sejenisnya sudah dikonsumsi oleh warga negara Indonesia sejak pabrik itu berdiri di negeri ini. Sudah trilyunan liter minuman itu dikonsumsi oleh rakyat kita baik yg muslim maupun non muslim. Dan tidak bisa anda pungkiri bahwa ribuan rakyat kita bekerja di pabrik pabrik itu, disini terpaksa saya buka kembali mata bapak bahwa dari ribuan karyawan pabrik beer tersebut pastinya juga ada muslim. 
Kita tidak bisa salahkan agama seseorang yg bekerja di pabrik miras, namun Jika salah di mata Yang Atas dan dilarang dalam agama. maka berhentilah mengkonsumsinya, nasehati dulu keluarga kita, nasehati dulu sahabat kita dan nasehati juga orang2 dekat kita (termasuk temen separtai). Jangan membully mereka yg ngebeer sedangkan diri kita sendiri juga diam2 ngumpet sambil ngebeer.
Memang tidak layak seorang figur publik menunjukkan aksi ngebeer, saya sependapat dgn bapak, apa yg dilakukan Ahok yaaa seperti bapak2 di gambar ini. Hanya Bedanya ahok di rumah pribadinya sedangkan temen2 bapak yg statusnya wakil rakyat, pake jas partai, pertemuan resmi dan lagi asik ngebeer, nahhh itu baru luar biasa pak.. Apalagi yg ngebeer statusnya bisa jadi merupakan non kafir. 
Bagaimana menjelaskan kepada org2 seiman bahwa beer itu haram, tapi kita tidak sadar bahwa kelompok kita sendiri kadang juga ngebeer walau seteguk, Yaaa.. semoga saja gambar ini benar2 hanya sebuah editan dan wakil rakyat kita sesungguhnya tidak ngebeer... Terlebih dahulu saya Mohon maaf juga jika seandainya dalam beberapa hari ini bapak bisa membuktikan bahwa ini adalah foto editan. Saya malah akan lebih senang dan lega jika ternyata foto ini hanya rekayasa.
Bukan maksud saya untuk menyerang bapak2 di foto ini, tulisan ini hanya sebuah curhat saja supaya berimbang dengan isi twitternya pak Roy. 
Sumber dari Saudara Poniman Halim
Baca Juga :

0 Response to "Surat Buat "Sang Pakar Telematika""

Baca Juga ...

loading...