Satu Ahok, Seribu Penantang


Suasana politik di DKI memanas menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur yang akan berlangsung Februari 2017. Sejumlah partai mulai menjaring calon untuk diusung di hajatan lima tahunan itu. Tak hanya nama gubernur petahana saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang memastikan bakal maju lewat jalur perorangan, ada juga nama mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza, pengusaha Sandiaga Uno, dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault.

Ada juga sejumlah nama baru yang mulai digadang-gadang. Ada nama Irjen Benny Mokalu, Puti Guntur Soekarno --salah satu cucu Bung Karno, Bupati Bojonegoro Suyoto, dan mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko.

Benny Mokalu
Nama Benny muncul saat dirinya mendaftarkan diri ke penjaringan calon cagub dan cawagub yang dilakukan DPD PDIP DKI, Kamis (14/4/2016). Namanya nyaris tak pernah terdengar meski ia pernah menjabat sebagai Kapolda Bali. Namun saat ini ia menjabat sebagai staf ahli sosial dan budaya Mabes Polri. Ia merupakan lulusan Akpol 1985. Targetnya tak muluk-muluk. Ia hanya mau mendaftar sebagai bakal calon wakil gubernur DKI dari PDIP.

"Karena saya baru pertama kali. Dari bawah dulu, nanti kan menanjak ke atas," kata Benny seperti dilansir JPNN.com.

Benny mengaku sudah mengantongi restu dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dan Wakapolri Komjen Budi Gunawan.

Nama lain adalah Puti Pramathana Puspa Seruni Paundrianagari Guntur Soekarno Putri. Perempuan kelahiran 26 Juni 1971 yang lebih dikenal dengan nama Puti Guntur Soekarno merupakan anak pertama dari putra Soekarno, Guntur Soekarno.

Puti Pramathana
Meski sama-sama cucu dari Soekarno, nama Puti memang tak setenar Puan Maharani. Saat ini Puti menjadi anggota DPR dari PDIP. Meski di DPR namun suaranya jarang pernah terdengar. Namun ia mengaku siap jika ditugasi partainya untuk bersaing dengan Ahok dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. "Saya rasa setiap kader partai harus siap (maju cagub DKI)," kata Puti di sela menghadiri acara kebudayaan di Mustikajaya, Kota Bekasi.

Anggota Komisi X DPR ini mengaku terkejut dengan dukungan yang diberikan kepadanya untuk maju menjadi salah satu kandidat Cagub DKI. Yang jelas, kata dia, "Saya berpolitik tidak memiliki ambisi kekuasaan."

Nama yang juga santer disebut adalah Suyoto. Kang Yoto -demikian Suyoto biasa disapa--saat ini menjabat sebagai Bupati Bojonegoro untuk kedua kalinya. Kader Partai Amanat Nasional ini mengaku siap jika diusung untuk bersaing melawan Ahok.

Bupati Bojonegoro Suyoto
Kang Yoto mengaku akhir-akhir ini banyak rekan-rekan politisi yang memintanya untuk maju di Pilgub DKI 2017 mendatang. Dia pun menyatakan diri siap jika dicalonkan sebagai bakal calon gubernur di mana pun.

"Saya ini politisi. Jadi saya itu kayak supir bus yang ditawari kerjaan, pasti mau. Selama memutuskan untuk jadi politisi saya harus bilang siap," kata Suyoto.

Dan yang cukup mengejutkan adalah beredarnya nama mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Moeldoko. Nama Moeldoko ini muncul dari selebaran-selebarang yang mendukung Moeldoko maju menjadi salah satu calon gubernur DKI Jakarta.

Dukungan ini disokong oleh mereka yang mengatasnamakan Kawan Moeldoko (KaMu). Dukungan muncul dalam poster-poster yang disebar ke media sosial. Rencananya pendukung ini bakal mendeklarasikan dukungannya Rabu (20/4/2016 di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Ini hanya bentuk dukungan. Kami ingin mendorong Pak Moeldoko agar mau mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta," ujar Dedi Kurniawan, juru bicara Kawan Moeldoko (KaMu), tim pendukung Moeldoko sebagai Cagub.

Klarifikasi Pak Moeldoko
Namun Moeldoko membantahnya. Melalui akun twitter miliknya @GeneralMoeldoko, ia mengaku tak pernah terpikir untuk mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta.
"Terkait Foto ini, saya tidak pernah terpikir utk maju menjadi Gub. DKI, sy tdk tahu siapa yg bikin acara ini," kicau Moeldoko di akun twitter @GeneralMoeldoko.

Baca Juga :

0 Response to "Satu Ahok, Seribu Penantang"

Baca Juga ...

loading...